Sidak Ritel Modern di Mataram, Bulog Pastikan Beras Dijual Sesuai HET

Oleh admin • 11 Okt 2026, 15:13 WIB • 3 Views

Foto. Dirut Bulog bersama Pimwil Bulog NTB serta jajaran saat memeriksa ketersedian dan harga beras premium di Lotte Mart Mataram. (Inside Lombok/Ist)

Samawapost, Mataram – Perum Bulog bersama Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) NTB melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah ritel modern di Kota Mataram, Sabtu (10/10/2026) sore. Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan serta harga beras produk Bulog, khususnya beras SPHP dan premium, sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan ketersediaan beras Bulog di ritel modern yang dikunjungi dalam kondisi aman dan dijual sesuai ketentuan harga.

“Hari ini saya melaksanakan inspeksi mendadak keberadaan beras premium produknya Bulog, khususnya di Kota Mataram. Alhamdulillah kita saksikan bersama, ini ada dua produk beras Bulog, ada SPHP Ramos Beefood dan Punakawan Beefood,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Rizal, keberadaan beras Bulog di ritel modern menunjukkan bahwa produk tersebut tetap tersedia di pasar umum. Berdasarkan keterangan manajemen Lotte Mart Mataram, permintaan beras Bulog cukup tinggi dengan pasokan ulang mencapai tiga hingga empat ton per bulan.

“Ini menunjukkan bahwa beras-beras pemerintah juga ada di pasar umum, khususnya di ritel modern. Keberadaan beras ini sangatlah penting karena kita ketahui bersama sempat ada kelangkaan. Tapi untuk di sini nggak pernah langka,” katanya.

Terkait stabilitas harga, Rizal menegaskan beras premium Bulog wajib dijual sesuai HET yang berlaku. Ia menyebut harga yang diterapkan sebesar Rp14.900 per kilogram atau Rp74.500 untuk kemasan lima kilogram. Ia juga mengingatkan pengelola ritel agar tidak menjual beras di atas ketentuan tersebut.

“Kalau harganya dijual di atas HET, ritelnya dijemput langsung diperiksa oleh Satgas Pangan,” tegasnya.

Rizal optimistis stabilitas pangan di NTB dapat terus terjaga karena daerah ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Ia menyebut Bulog juga akan melakukan pengecekan di pasar tradisional untuk memantau harga komoditas pokok lain, seperti minyak goreng, gula, telur, dan daging.

“Besok kita akan mengecek di pasar-pasar tradisional untuk memantau harga komoditas pokok lainnya seperti minyak, gula, telur, dan daging,” ucapnya.

Dari sisi pengadaan, serapan beras Bulog secara nasional hingga Oktober 2026 mencapai 4,11 juta ton atau sekitar 103 persen dari target empat juta ton. Sementara itu, realisasi serapan di NTB mencapai sekitar 226.000 ton atau 94 persen dari target daerah sebesar 240.000 ton.

“Untuk NTB tinggal sedikit lagi, sisa 14.000 ton untuk mencapai target,” tuturnya.

Rizal menjelaskan, penyerapan beras dalam jumlah besar merupakan bagian dari strategi memperkuat cadangan pangan nasional untuk mengantisipasi potensi ancaman kemarau panjang (El Nino Godzila) dan masa paceklik.

“Ini bukan semata-mata kemauan Bulog untuk menyerap banyak, tetapi bentuk antisipasi. Kalau nanti timbul masa paceklik ekstrem dan kita tidak punya beras, situasi akan berbahaya. Negara penyedia beras seperti India, Vietnam, dan Thailand pun akan menahan ekspor demi ketahanan dalam negeri mereka,” jelasnya.

Ia merinci, stok cadangan beras Bulog saat ini mencapai 4,5 juta ton. Sementara itu, stok di pasar dan rumah tangga diperkirakan sekitar 10 juta ton berdasarkan data Kementerian Pertanian. Adapun estimasi hasil panen dari musim tanam mendatang mencapai sembilan juta ton, setelah memperhitungkan potensi penurunan produksi akibat cuaca sebesar 10–15 persen.

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,2 juta ton per bulan, Rizal memperkirakan total pasokan tersebut dapat mencukupi kebutuhan hingga Juli 2027. Ia juga menyebut panen raya diperkirakan kembali berlangsung pada Maret atau April 2027.

“Dengan kebutuhan 2,2 juta ton per bulan, pasokan 23,5 juta ton tersebut mencukupi kebutuhan hingga Juli 2027. Sebelum memasuki Juli, pada bulan Maret atau April 2027 kita sudah memasuki panen raya kembali,” pungkasnya. (SP-03)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top