Dampak Ekonomi Tembus Rp5 Triliun dan SDM Lokal Naik Kelas, MotoGP Mandalika Harus Tetap Dilanjutkan di Tahun-Tahun Mendatang

Oleh admin • 11 Okt 2026, 17:08 WIB • 6 Views

Foto. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menemui tim medis di Sirkuit Mandalika. (Samawa post/Ist)

Samawapost, Mataram — Gelaran kejuaraan dunia MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika terbukti membawa dampak signifikan bagi perekonomian dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melihat besarnya manfaat berkelanjutan yang tercipta, ajang balap motor paling bergengsi ini dinilai sangat krusial untuk terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, optimistis bahwa dampak ekonomi dari penyelenggaraan ajang balap motor paling bergengsi ini pada tahun ini mampu melampaui angka Rp5 triliun. ​”Tahun lalu diperkirakan dampak ekonominya sekitar Rp4,7 triliun. Tahun ini kita harapkan bisa mencapai Rp5 triliun plus-plus,” ujarnya.

​Peningkatan estimasi perputaran ekonomi ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penonton dan wisatawan yang datang ke NTB. Pada perhelatan dua tahun lalu, jumlah penonton berada di angka 120.000 orang, kemudian naik menjadi 140.000 penonton pada tahun berikutnya, dan tahun ini ditargetkan mencapai 145.000 hingga 150.000 penonton.

​Lonjakan wisatawan ini memicu pertumbuhan sektor penerbangan dan destinasi wisata langsung ke Lombok. Tak hanya wisatawan domestik, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga mencatatkan peningkatan tajam.

​Salah satu indikator utama geliat ekonomi lokal terlihat dari keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jika empat tahun lalu hanya ada sekitar 100 UMKM yang lolos kurasi untuk berjualan di area dalam sirkuit, kini jumlahnya meloncat hingga 500 UMKM.

​Rata-rata pendapatan harian para pelaku UMKM di area sirkuit mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta per hari. Selain peningkatan omset, perhelatan internasional ini juga mendorong daya saing dan inovasi pelaku usaha lokal.

​”Masyarakat yang tadinya introvert untuk tampil di ajang MotoGP, sekarang sudah sangat percaya diri dan yakin bahwa industri kreatif mereka bisa dijual dan diterima oleh wisatawan asing,” jelas Lalu Muhamad Iqbal.

​Peningkatan ekonomi NTB akibat ajang MotoGP juga dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM lokal. Tahun ini, sekitar 2.000 hingga 2.500 anak muda NTB telah dipercaya penuh menjadi marshall dan volunteer. Seluruh marshall yang bertugas kini 100 persen merupakan putra-putri daerah yang bahkan telah mulai dimanfaatkan pada sirkuit internasional di luar negeri.

​Di bidang kesehatan, tim medis lokal yang dikomandani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB telah berhasil meraih sertifikasi Super License dari Dorna Sports. Pencapaian ini menjadikan tim medis NTB sebagai satu-satunya tim medis olahraga dengan lisensi tertinggi tersebut di Indonesia.

​Gubernur NTB menegaskan bahwa momentum MotoGP harus dijadikan pijakan untuk mentransfer ilmu serta meningkatkan standar pelayanan publik di daerah, baik di bidang pengamanan, pelayanan medis, maupun penyediaan konsumsi berstandar internasional.

​”Tantangannya sekarang adalah bagaimana standar internasional dalam pelayanan publik ini tidak hanya dirasakan selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP, tetapi juga dapat konsisten diterapkan sepanjang tahun di NTB,” pungkasnya. (SP-03)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top