Diskominfo KSB Prioritaskan Perbaikan Sinyal di Kawasan Wisata

Oleh admin • 06 Sep 2026, 11:57 WIB • 18 Views

Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, SP.,M.Si (Samawa Post/Foto)

Samawapost, Taliwang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadikan perbaikan sinyal telekomunikasi di kawasan wisata sebagai program prioritas akhir tahun 2026. Sejumlah titik wisata yang selama ini masih mengalami kendala jaringan mulai mendapat penanganan bertahap dari pemerintah daerah bekerjasama dengan penyedia layanan internet.

Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, SP.,M.Si menyampaikan, penguatan sinyal di lokasi wisata menjadi perhatian khusus Diskominfo sebagai upaya dalam mendukung program KSB Maju Luar Biasa klaster Maju Pariwisata.

“Ini termasuk menjadi skala prioritas kami, terutama di lokasi yang sudah eksis,” ujarnya, Jumat (04/9/2026).

Dedy mengaku, Diskominfo telah melakukan pertemuan dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) dan operator layanan seperti XL dan Telkomsel. Pertemuan membahas tentang penguatan titik-titik lemah sinyal di kawasan wisata khususnya daerah pesisir seperti Poto Batu dan Gelampar-Kertasari.

“Alhamdulillah untuk tahun ini insya Allah komitmen teman-teman dari Telkomsel sudah ada untuk wilayah Poto Batu dan Gelampar-Kertasari,” bebernya.

Kadis menjelaskan, di wilayah Poto Batu dan Kertasari yang lemah sinyal, bukan termasuk blank spot. Penilaian tersebut dilihat dari lemahnya sinyal untuk provider tertentu namun cukup kuat untuk provider lain.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Dedy, pembangunan jaringan di Poto Batu dan Kertasari akan menggunakan skema pemasangan antena mobile. “Jadi nanti akan dipasangkan semacam repeater atau range extender,” katanya.

Dedy mengungkapkan, lokasi lahan dan biaya listrik untuk perangkat jaringan di dua kawasan tersebut sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah desa setempat. Kolaborasi dengan pemerintah desa merupakan keputusan bersama setelah terjadi kendala pada proses pemasangan infrastruktur di beberapa titik sebelumnya.

“Jadi teman-teman dari provider ingin ada kepastian secara legal dan sah terkait penggunaan tempat atau lahan. Jadi kami sudah bicara dengan pihak desa dan Alhamdulillah mereka siap,” paparnya.

Namun, tidak semua lokasi wisata akan menggunakan skema penanganan yang sama. Untuk wilayah yang sebelumnya sudah terpasang menara Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), provider seperti Telkomsel tidak dapat melakukan intervensi langsung karena terhalang oleh regulasi yang ada.

“Kalau kita cek di ponsel, sinyalnya full, tetapi tidak bisa digunakan untuk mengakses internet di tiga daerah itu. Jadi kekuatan sinyalnya harus ditingkatkan,” tutur Kadis.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Diskominfo telah mengirimkan surat kepada BAKTI agar kapasitas bandwidth di tiga wilayah tersebut dapat ditingkatkan.

“Insya Allah akan kami lakukan perbaikan dan intervensi langsung untuk memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik bagi pengunjung. Harapannya juga agar kualitas internet di lokasi wisata kita bisa lebih baik,” pungkas Dedy. (SP-01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top