8 WNA Sudah Diciduk, Mr. Huang Pemodal Utama PETI Belo Malah “Hilang”! Diduga Si Yong yang Sembunyikan
Samawapost, Sumbawa Barat – Kasus delapan warga negara asing (WNA) yang diamankan di wilayah Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), belum juga menemukan titik terang. Alih-alih mengerucut, informasi baru yang beredar di tengah masyarakat justru membuat perkara ini semakin melebar.
Informasi yang beredar melalui percakapan WhatsApp di kalangan warga menyebut, sosok Mr. Huang yang sebelumnya dikaitkan dengan aktivitas pertambangan di Desa Belo, Kecamatan Jereweh, diduga telah meninggalkan wilayah KSB. Bahkan, beredar informasi bahwa yang bersangkutan disebut sengaja “dilepas” dan diarahkan ke wilayah Alas pada Senin lalu.
Klaim tersebut tentu membutuhkan pembuktian. Namun, kemunculannya menimbulkan pertanyaan serius: jika benar Mr. Huang berada dalam radar penyelidikan terkait aktivitas para WNA tersebut, bagaimana bisa keberadaannya justru tidak diketahui ketika delapan WNA lainnya berhasil diamankan?
Pertanyaan berikutnya bahkan lebih serius. Muncul nama “Si Yong”, sosok yang menurut informasi masyarakat disebut-sebut sebagai pihak yang menyembunyikan keberadaan Mr. Huang. Informasi yang beredar menyebut Si Yong merupakan warga keturunan Tionghoa yang berdomisili di wilayah Alas.
Sekali lagi, informasi mengenai Si Yong tersebut belum terverifikasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Karena itu, aparat penegak hukum dituntut tidak sekadar mendengar informasi tersebut, tetapi melakukan penelusuran untuk memastikan apakah nama itu benar memiliki kaitan dengan keberadaan Mr. Huang atau hanya sebatas informasi liar di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Imigrasi KSB belum memberikan konfirmasi mengenai kebenaran informasi bahwa Mr. Huang berada di Alas maupun dugaan keterlibatan Si Yong. Kasi Intel Imigrasi KSB, Heru, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya masih fokus melakukan penyelidikan terhadap delapan WNA yang telah diamankan.
Terkait keberadaan Mr. Huang, Heru juga sebelumnya menyatakan pihak Imigrasi belum mengetahui keberadaannya. Pernyataan ini menjadi penting karena posisi Mr. Huang disebut-sebut dalam sejumlah informasi masyarakat memiliki keterkaitan dengan aktivitas di kawasan pertambangan Jereweh.
TUNTUTAN USUT SAMPAI KE AKAR
Kasus ini pun mulai memunculkan tuntutan agar aparat tidak berhenti pada delapan WNA yang telah diamankan. Lingkar Hijau Sumbawa meminta seluruh informasi mengenai kemungkinan adanya pihak yang membantu, membawa, menampung, ataupun menyembunyikan WNA ditelusuri secara serius.
“Kalau benar ada pihak yang sengaja melepaskan atau menyembunyikan, itu harus diusut. Jangan hanya berhenti pada orang-orang yang sudah diamankan,” ujar salah satu sumber dari Lingkar Hijau Sumbawa.
Desakan tersebut beralasan. Sebab, publik kini tidak hanya mempertanyakan status keimigrasian delapan WNA, tetapi juga siapa yang membawa mereka ke Jereweh, untuk kepentingan apa mereka berada di sekitar kawasan tersebut, serta siapa saja yang memfasilitasi keberadaan mereka.
Pertanyaan besar kini mengarah kepada dua titik. Pertama, di mana sebenarnya Mr. Huang dan apakah benar yang bersangkutan berada di wilayah Alas? Kedua, siapa Si Yong dan apa kapasitasnya jika benar memiliki hubungan dengan keberadaan Mr. Huang?
Jika informasi tersebut ternyata benar, perkara ini berpotensi memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar persoalan administrasi atau keimigrasian. Namun jika informasi itu tidak benar, aparat juga harus segera memberikan klarifikasi agar spekulasi tidak berkembang menjadi tuduhan terhadap pihak-pihak tertentu.
Delapan WNA sudah diamankan. Kini publik menunggu: apakah penyelidikan akan berhenti pada mereka, atau aparat berani membongkar siapa yang berada di belakang keberadaan mereka di Jereweh? Mr. Huang masih misterius, nama Si Yong mulai muncul, sementara masyarakat menuntut satu hal: usut tuntas sampai ke akar, jangan sampai yang terlihat hanya ujung sementara aktor lain justru lolos dari pemeriksaan. (SP-02)

Komentar (0)