Raih Empat Penghargaan, Mataram Kantongi Insentif Rp10,5 Miliar

Oleh admin • 28 Sep 2026, 00:57 WIB • 0 Views

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana. (Samawa Post/Dokumen)

Samawapost, Mataram – Pemerintah Kota Mataram meraih empat penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara. Atas capaian tersebut, Pemkot Mataram mendapatkan dana insentif sebesar Rp10,5 miliar yang penggunaannya telah diarahkan sesuai kategori penghargaan yang diraih.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengatakan dana insentif tersebut memiliki peruntukan sesuai dengan kategori yang dimenangkan. Karena itu, pengalokasiannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pada masing-masing bidang.

Empat penghargaan yang diraih yakni Terbaik I Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah, Terbaik II Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, serta Terbaik III Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan.

Pada bidang pengelolaan sampah, Pemkot Mataram akan kembali memaksimalkan program Tempah Dedoro. Fasilitas pendukung program tersebut disebut telah disiapkan dan akan dioptimalkan.

“Saya tidak ingin Tempah Dedoro itu tidak terjadi seperti tong sampah. Fungsinya itu ada composting dan juga hasil composting itu bisa dimanfaatkan untuk jadi pupuk,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram juga akan menyiapkan layanan hotline. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan pengangkutan sampah maupun peralatan untuk membuat kompos.

“Saya juga sudah sampaikan ke Kepala Dinas Pertanian supaya hasil composting itu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman cabai,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Mataram akan menambah satu unit dump truck untuk mendukung operasional Dinas Pekerjaan Umum.

“Mobilitas tinggi dan kendaraan sudah banyak yang tua,” katanya.

Sementara pada sektor kesehatan, Pemkot Mataram berencana mengganti alat timbang bayi di posyandu dari sistem analog menjadi digital. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan akurasi pengukuran berat badan bayi sekaligus memodernisasi peralatan posyandu.

“Ini untuk memodernisasi semua alat-alat untuk posyandu,” ujarnya.

Untuk implementasi program 3 juta rumah, Pemkot Mataram telah mengalokasikan Rp6 miliar untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp20 juta untuk 300 unit rumah.

“Anggaran ini memang spesifik untuk isu-isu yang empat kategori yang kita dapat itu. Kalau yang Rp6 miliar memang sudah jelas ke sana,” katanya.

Sedangkan insentif pada kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan akan dialokasikan untuk revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, seperti perbaikan toilet, perpustakaan, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Revitalisasi pendidikan untuk perbaikan sarana prasarana yang ada di sana,” pungkasnya.(SP-03)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top