Kunjungan Wisata KLU Capai 63 Persen, Dampak Geopolitik Mulai Menurun
Beberapa wisatawan tengah berjalan di pelabuhan penyeberangan Gili Trawangan (Samawa Post/ist)
Samawapost, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) optimistis target kunjungan wisatawan sebanyak 790.000 orang pada 2026 dapat tercapai. Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu telah mencapai 498.000 orang atau sekitar 63 persen dari target tahunan.
Sekretaris Dinas Pariwisata KLU, Fadli, mengatakan tren kunjungan wisatawan tahun ini memang sedikit melandai dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penurunannya terjadi secara bertahap dan tidak signifikan.
“InsyaAllah optimis mencapai target. Memang kalau kita lihat trennya ada sedikit penurunan dari tahun lalu, tapi penurunannya bertahap, bukan yang langsung drastis,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan data Dinas Pariwisata KLU, penurunan kunjungan mulai terasa sejak pertengahan tahun. Pada Juni 2025, jumlah kunjungan tercatat mencapai 82.000 orang, sedangkan pada periode yang sama 2026 turun menjadi 70.000 orang.
“Kondisi yang sama juga terjadi pada Juli. Kunjungan tahun ini mencatatkan angka 89.000 orang, sedikit melandai dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 94.000 orang,” katanya.
Menurut Fadli, melemahnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tersebut sebagian dipengaruhi faktor eksternal, termasuk dinamika politik dan konflik antarnegara di tingkat global.
“Kondisi politik dunia sangat berpengaruh, terutama terkait jalur penerbangan maskapai internasional dari Eropa menuju Indonesia,” terangnya.
Selain kondisi geopolitik, fluktuasi harga minyak dunia juga disebut berdampak terhadap kenaikan harga tiket pesawat. Kondisi tersebut kemudian memicu pembatalan reservasi wisatawan yang sebelumnya telah merencanakan perjalanan.
“Itu yang buat jadi kendala, kenaikan harga tiket pesawat. Dan memang disampaikan oleh beberapa pelaku usaha, banyak yang cancel,” tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, wisatawan asal India justru menjadi salah satu pasar wisatawan mancanegara yang cukup mendominasi kunjungan ke Lombok Utara.
Memasuki akhir masa high season pada September dan Oktober, Dinas Pariwisata KLU mulai mengarahkan strategi untuk mengejar target melalui pasar domestik. Pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan akan meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember mendatang.
“Akhir tahun hingga Desember biasanya didominasi oleh wisatawan domestik. Momentum libur panjang Nataru biasanya menjadi puncaknya pergerakan wisnus ke Lombok Utara,” jelasnya.
Pihaknya berharap situasi keamanan dan politik global segera membaik sehingga industri penerbangan dan pariwisata internasional kembali stabil.
“Itu saja yang kita harapkan, dengan kondisi dunia yang mudah-mudahan beberapa bulan ke depan bisa kondusif,” pungkasnya. (SP-03)

Komentar (0)