Pariwisata NTB Kian Tumbuh, Serap Puluhan Persen Tenaga Kerja

Oleh admin • 09 Sep 2026, 17:46 WIB • 46 Views

Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas. (Samawa Post/ist)

Samawapost, Mataram – Sektor pariwisata terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB mencatat tiga sektor yang berkaitan erat dengan pariwisata, yakni perdagangan, transportasi, serta akomodasi, makan, dan minuman (akmamin), menyumbang 21,5 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB sekaligus mencakup 28 persen tenaga kerja di daerah tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan pengukuran dilakukan melalui tiga lapangan usaha tersebut karena Badan Pusat Statistik (BPS) tidak mencatat pariwisata sebagai lapangan usaha tunggal. Ketiga sektor tersebut dinilai menjadi penyumbang utama aktivitas pariwisata di NTB.

“Karena salah satu visi Gubernur NTB adalah pariwisata mendunia, kami perlu melihat bagaimana pergerakan sektor ini. Kami mengukurnya lewat tiga lapangan usaha yang menjadi penyumbang utama pariwisata di NTB,” ujarnya.

Selain berkontribusi terhadap PDRB, pertumbuhan aktivitas pariwisata turut mendorong penyerapan tenaga kerja. Ketiga sektor pendukung pariwisata tersebut mencatat pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sebesar 35 persen, dengan akmamin tumbuh 19,72 persen, perdagangan 9,65 persen, dan transportasi 5,27 persen.

“Secara total sektor pariwisata berkontribusi sebesar 28% total pekerja yang ada di Provinsi NTB dari ketiga sektor pendukung tersebut,” katanya.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB. Hingga Juli, jumlah kunjungan wisatawan tumbuh 5,34 persen, dengan Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi. Hario optimistis tren tersebut berlanjut seiring meningkatnya daya tarik sport tourism di kawasan Mandalika dan berbagai agenda internasional.

“Kita ketahui di bulan Oktober akan ada gelaran MotoGP yang mudah-mudahan akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di NTB,” terangnya.

Untuk memperkuat ekosistem pariwisata, BI NTB juga melakukan pendampingan terhadap sektor-sektor potensial dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui pembinaan Desa Wisata Bilebante di Lombok Tengah yang terpilih sebagai salah satu desa wisata unggulan untuk dipromosikan dalam ajang Karya Kreatif Indonesia di Jakarta.

“Bilebante menjadi salah satu contoh sukses desa wisata yang berkesempatan mempromosikan keunggulannya di ajang nasional yang diselenggarakan Bank Indonesia,” pungkasnya. (SP-03)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top