Imigrasi Tangkap 8 WNA Cina di Lokasi Tambang Belo Jereweh, Diduga Mr Huang Aktor dan Pemodal Utama
Samawapost, Sumbawa Barat – Delapan Warga Negara Asing (WNA) asal China diamankan petugas Imigrasi di Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Mereka kini diperiksa. Tetapi, pengamanan itu justru membuka pertanyaan yang jauh lebih besar: sebenarnya mereka sedang melakukan apa di lokasi yang disebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan tersebut?
Pertanyaan itu menjadi semakin tajam karena keberadaan delapan WNA tersebut muncul di tengah sorotan terhadap aktivitas tambang yang diduga belum sepenuhnya jelas legalitasnya. Publik pun menunggu satu hal: apakah kedelapan WNA itu hanya berada di lokasi, atau memang memiliki hubungan dengan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut?
Kasi Intel Imigrasi Sumbawa Barat, Heru, membenarkan pengamanan delapan WNA tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/9/2026). Namun, ia menegaskan proses terhadap mereka masih berada pada tahap penyelidikan.
“Dari delapan WNA yang diamankan petugas Imigrasi masih dalam tahap penyelidikan. Bila ada temuan, pihak Imigrasi segera akan mendeportasi delapan WNA tersebut,” jelas Heru.
Sampai di sini persoalan belum selesai. Justru baru dimulai.
Sebab, di balik pemeriksaan delapan WNA tersebut, muncul satu nama yang ikut menjadi sorotan: Mr Huang. Sosok ini disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah Jereweh. Bahkan, namanya dikaitkan dengan pihak yang diduga mengelola aktivitas tambang tersebut.
Jika informasi itu benar dan nantinya dapat dibuktikan, maka pertanyaannya menjadi lebih serius. Apa posisi Mr Huang? Apakah ia pekerja, pengelola, investor, atau memiliki kapasitas lain?
Aktivitas pertambangan yang menjadi sorotan itu juga disebut menggunakan izin teknis alat berat. Namun, keberadaan izin teknis tersebut tentu tidak otomatis menjawab seluruh aspek legalitas kegiatan pertambangan. Legalitas usaha, lokasi, kegiatan pertambangan, tenaga kerja asing, hingga izin tinggal dan izin kerja harus dilihat secara utuh.
LALU, MR HUANG DI MANA?
Ironisnya, ketika nama Mr Huang dikonfirmasi kepada pihak Imigrasi, keberadaannya justru belum diketahui. Kasi Intel Imigrasi Sumbawa Barat, Heru, mengaku tidak mengetahui keberadaan sosok yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas tambang tersebut.
Pernyataan itu membuat tanda tanya semakin besar. Delapan WNA diamankan. Tetapi sosok yang namanya disebut dalam pusaran informasi aktivitas tambang justru tidak diketahui keberadaannya.
Tentu belum ada kesimpulan bahwa Mr Huang melakukan pelanggaran. Semua dugaan harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan proses hukum. Namun, justru karena itulah keberadaannya penting untuk ditelusuri. Aparat perlu memastikan siapa sebenarnya Mr Huang dan apa hubungan hukumnya dengan aktivitas di lokasi tersebut.
JANGAN CUMA PERIKSA WNANYA!
Jika dari pemeriksaan ditemukan pelanggaran keimigrasian, proses sesuai ketentuan harus dilakukan. Tetapi bila ditemukan indikasi pelanggaran ketenagakerjaan, perizinan, maupun aktivitas pertambangan, maka instansi yang berwenang juga perlu bergerak.
Sebab, persoalannya bukan semata-mata delapan WNA asal China. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang membawa mereka, untuk kepentingan apa, siapa yang mempekerjakan, siapa yang memberikan akses, dan kegiatan apa yang sebenarnya dilakukan di kawasan tersebut.
Publik KSB tentu tidak ingin kasus ini berhenti pada pemeriksaan administratif delapan WNA. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai legalitas aktivitas di lokasi, termasuk status tambang dan pihak-pihak yang berada di belakang kegiatan tersebut.
Karena itu, pengamanan delapan WNA semestinya menjadi pintu masuk, bukan pintu keluar. Aparat terkait perlu membuka seluruh rangkaian persoalan secara terang, termasuk menelusuri keberadaan Mr Huang dan memastikan apakah benar terdapat hubungan antara dirinya, delapan WNA, serta aktivitas pertambangan yang tengah disorot.
Delapan WNA sudah diamankan. Kini pertanyaannya tinggal satu: siapa yang sebenarnya mengendalikan aktivitas di balik lokasi tersebut? Dan mengapa sosok yang disebut-sebut bernama Mr Huang justru belum terlacak? (SP-02)

Komentar (0)